review The Northman

The Northman : Kisah Hamlet versi original

Film fantasi sejarah karya sutradara Robert Eggers ini mengangkat kisah Amleth. Legenda yang telah menjadi bagian dari tradisi lisan di Skandinavia. Kisah yang juga menginspirasi “The Tragedy of Hamlet, Prince of Denmark” karya William Shakespeare.

Sinopsis The Northman

Setelah Amleth muda menyaksikan kematian ayahnya Raja Aurvandill (Ethan Hawke) di tangan pamannya, Fjölnir (Claes Bang). Ia melarikan diri ke laut dengan tekad membalaskan dendam kematian ayahnya dan menyelamatkan Ibunya kelak.

Amleth dewasa tumbuh kuat, menjadi prajurit Viking. Hingga suatu saat dia mendengar para budak yang akan dikirim kepada Fjölnir di Islandia. Setelah Fjölnir merebut kekuasaan dari Kakaknya dan mengawini Queen Gudrún, ibu Amleth, ia ternyata dikemudian hari dikalahkan oleh Raja Norwegia sehingga harus kabur dan kini memeutuskan menetap disuatu tempat di Islandia. Amleth segera menyamar menjadi budak untuk bisa menyusup kesana. Dalam perjalanan ia bertemu seorang perempuan Olga (Anya Taylor-Joy), dari Hutan Birch , seorang penyihir Slavia yang nantinya akan menjadi partner dalam usaha Amleth menuntaskan dendamnya.

Kisah Fantasi berlatar Sejarah.

The Northman berusaha untuk menangkap suasana dunia Viking pra-modern yang kental dengan mistik, perdukunan serta barbar. Di film ini Amleth digambarkan sempat jadi bagian dari gerombolan Viking dan menjadi berserker, prajurit-prajurit dirasuki roh binatang. Selain itu ada juga dukun-dukun yang membimbing Amleth. Di tanah Rus, Amleth bertemu dengan Seeress (Björk); meramalkan bahwa Amleth akan segera membalas dendam pada Fjölnir. Di tanah baru, ia bertemu dengan penyihir He, yang memfasilitasi dialog spiritual antara Amleth dan mendiang Heimir The fool (Willem Dafoe), yang ternyata telah dibunuh oleh Fjölnir. Heimir ini dukun pelawak yang dulu melakukan ritual persiapan Amleth jadi penerus bapaknya. Dia kemudian memberi tahu Amleth tentang Draugr, pedang ajaib yang hanya bisa ditarik di malam hari. Pedang yang membuatnya menjadi kuat tapi bengis tanpa ampun. Saat malam ia satu persatu menghabisi anak buah Fjölnir dengan cara-cara yang sadis.

Bukan film balas dendam biasa

The Northman didominasi malam dan pemandangan Islandia, hingga nyaris sebagian besar tanpa warna tapi justru nambah suasana seremnya. Sedang adegan penyerbuan menggunakan teknik one shot, membuat penonton merasakan langsung suasana barbar saat itu. The Northman bukan film balas dendam yang biasa, tapi juga menampilkan sisi Amleth yang kompleks, bagai mana Amleth menemukan kenyataan-kenyataan dalam usaha balas dendamnya. Amleth sebagai manusia dan sebagai bintang buas/srigala. Film berjalan lambat tapi kesadisan disajikan sangat nyata. Mistik dan mitologi bukan sebagai sekedar bumbu tapi bagian penting yang digambarkan dengan sangat bagus. Akting pemainnya mantap.

The Northman : Kisah Hamlet versi original
Story
Sinematografi
Akting
Scoring
Reader Rating0 Votes
4.6