review fiilm horror X 2022

Review Film X (2022) – Nostalgia film horor 70an

X adalah film karya sutradara dan penulis Ti West. Berseting tahun 1979, Wayne (Martin Henderson) mengajak beberapa kawannya untuk mencoba peruntungan baru, membuat film biru di sebuah pondok terpencil sebuah peternakan di texas.

Sinopsis film X

Wayne membawa tim kecil, seorang sutradara pemula yang antusias, RJ (Owen Campbell) dibantu kekasihnya Lorraine (Jenna Ortega) dan 3 pemeran yakni Jackson (Kid Cudi) seorang mantan marinir, Bobby-Lynne (Brittany Snow) penari telanjang dan teman seprofesinya di club, Maxine (Mia Goth) yang juga adalah kekasihnya Wayne, seorang gadis yang memiliki faktor x dalam cerita ini. Mereka menyewa sebuah pondok disebuah tempat terpencil di Texas milik pasangan jompo Howard (Stephen Ure) & Pearl (di perankan juga oleh Mia Goth).

 

x 2022

Film dibuka dengan tipuan tampilan layar seakan menampilkan aspect ratio film film jadul yang agak kotak. Awal yang menarik. Setelah zoom  berjalan nampak polisi mendatangi tempat kejadian pembunuhan. Banyak mayat disana sini. Lalu film flashback ke sehari sebelumnya, menceritakan perjalan sekelompok anak muda ke tempat pembantaian itu.

Film sendiri dibuka cukup lambat, dimana banyak dialog dialog tentang rencana pembuatan film porn mereka. Tapi ga bosenin kok, karena dialognya cukup menarik, selain menggambarkan semangat baru tentang masa depan mereka juga memperkenalkan karakter-karakter yang ada di film ini seperti RJ sutradara indie yang antusias membuat film porn yang nyeni, Wayne sang produser yang membayangkan keuntungan dari film perdananya, lalu Maxine dan Bobby dengan mimpi ketenarannya. Selain itu gambar di film ini juga enak dilihat, dengan tone warna khas 70-an.

Cerita mulai menegangkan saat Maxine yang gabut nunggu giliran syuting, jalan jalan ke danau dan berenang dimana dari jauh nenek Pearl mengawasainya. Maxine yang polos dengan santai berenang tanpa sadar, dengan view yang cekep terlihat aligator besar mengejarnya. Sama seperti kru film ini yang ga sadar, ada bahaya besar mengintai mereka.

 

Dan saat malam, ketegangan pun datang, dimana satu persatu mereka mati mengenaskan.

Kesimpulan

Film X ini cukup menegangkan dan berdarah-darah dibalut scoring yang menegangkan, tanpa harus dengan jump scare yang berlebihan, malah cenderung santai – kayak sengaja ada delay ditiap adegan pembunuhannya. Buat saya film ini gado gado, ada kesadisannya, tapi juga kadang bikin ketawa. Bayangkan, Pearl, nenek nenek peyot jadi horny gara-gara ngintip pemain bokep, sementara suaminya ga bisa memenuhi karena juga udah uzur, Pearl yang dulunya cakep dan seorang penari, akhirnya cari pelampiasan namun prustasi dengan penolakan penolakan yang ia dapati dan membuatnya marah dengan keadaannya. Aneh tapi gapapa, yang penting menghibur. :D

Film ini juga seperti mengajak bernostalgia dengan film film genre slasher tahun 70an macam Texas Chainsaw Massacre. Bahkan beberapa film lain muncul sebagai easter agg dan referensi, macam film The Shining, Psycho, Braindead, Alligator, dan Hardcore.
Juga ada lagu Blue Oyster Cult – (Don’t Fear) The Reaper, lagu yang banyak dipakai di film horor. Daripada keterusan spoiler, mending pada nonton gih.

Prequel

Sutradara Ti West mengungkapkan bahwa dia sedang mengerjakan prekuel Pearl, yang akan berfokus cerita masa muda dari nenek pembunuh yang juga diperankan oleh Mia Goth. Ti West memberi Bocoran bahwa tanah pertanian mereka dulu berfungsi sebagai rumah kos selama masa perang.