Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas

Review Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas

Film dari novel terkenal karya Eka Kurniawan, dengan judul yang sama bercerita Tentang Ajo kawir (Marthino Lio), jagoan jalanan, preman kampung di bojong soang. Menyukai tantangan dan gak takut mati. Tapi dia punya masalah. Burungnya gak mau berdiri. Hari hari Ajo Kawir disibukan dengan tantangan, dari perkelahian balapan motor dan mengobati otongnya. Suatu hari dia saat mencari lawan dia bertemu dengan Iteung (Ladya Cheryl), seorang pengawal bos pasir. Ajo Kawir dibuat babak belur dan diapun jatuh hati pada Iteung. Merekapun pacaran. Dengan segala halangan dan lika likunya.

Film ini digarap dengan ambisius dan serius. Dan hasilnya pun bisa kita nikmati. Pujian dan penghargaan datang dari berbagai ajang film internasional. Untuk konsumsi luar Indonesia film berjudul “Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash

Mulai dari pemilihan aktor, setting dan properti, bahkan media merekam gambarpun menggunakan pita film 16mm. Edwin beneran niat mengeksploitasi elemen jadul 80an untuk film ini. Mulai dari setting, properti, adegan, dialog, musik hingga skoring.

Ajo Kawir
Ajo Kawir, main judi motor
Adegan fight ajo Kawir vs Iteng
Adegan fight ajo Kawir vs Iteng
Mural di truk pasir
Salah satu mural di truk pasir

Saat saya nonton bareng temen, kita jadi sibuk bahas hal hal kecil di film ini seperti motor-motor bebek jadul, Kata tata “mutiara” khas di bak truk. Dialognya pun bikin kita ngakak karena beneran ala film jadul, dengan teknik dubbing dan bahasa baku. Untuk adegan fighting pun tetep seru tanpa efek efek aneh. Bahkan adegan Ajo Kawir yang terjatuh dari mesin pemecah batu yang seperti disengaja terlihat menggunakan boneka. Disitu kita ketawa, beneran film ini bikin kita nostalgia dengan film film indonesia jaman dulu. Tapi paling epik buat saya saat adegan kebut kebutan truk pasir.

Dari segi cerita, udah pasti bagus karena diangkat dari novel yang sudah populer. Dialog dan akting pemainnya tidak membosankan khususnya Ladya Cheryl dan Marthino Lio bermain sangat bagus. Angkat jempol buat tata rias dan kostum, bikin kita pangling dengan tampilan 80an mereka.

Tapi film ini bukan sekedar komedi atau eksyen semata. Ada pesan pesan dan permasalahan serius yang diangkat, misal tentang traumatik, dimana ke dua tokoh utama menderita trauma sejak kecil dari kejadian perlakuan orang-orang terhadap mereka dulunya. Lalu tentang represi orang-orang berkuasa. Juga tentang krisis kepercayaan diri dan Toxic masculinity dari seorang Budi Baik (Reza Rahardian) hingga ke tema Mistis pun ada.

Jadi, hemat kata, film ini layak untuk ditonton. ingat ini film 18 tahun keatas ya. Banyak adegan dan kata kata yang mungkin untuk ukuran film kita bisa dianggap jorok padahal mah dikehidupan nyata ya seperti itulah adanya. Edwin cuman menyampaikan apa adanya. :D

Buat yang ketinggalan nonton di bioskop, Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas ini udah bisa kita nikmati di NETFLIX.

Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash
Internet Movie Database: 7.1/10
Rotten Tomatoes: 75%
Information
Runtime: 114 min
Genre: Action, Comedy, Drama
Awards: 3 wins & 3 nominations
Director: Edwin
Writer: Edwin, Eka Kurniawan
Actors: Marthino Lio, Ladya Cheryl, Reza Rahadian
Language: Indonesian
Country: Indonesia, Singapore, Germany
Data provided by OMDB API